Wednesday, May 1, 2013

Diagram sequence - UML

    Diagram sequence merupakan salah satu yang menjelaskan bagaimana suatu operasi itu dilakukan; message (pesan) apa yang dikirim dan kapan pelaksanaannya. Diagram ini diatur berdasarkan waktu. Obyek-obyek yang berkaitan dengan proses berjalannya operasi diurutkan dari kiri ke kanan berdasarkan waktu terjadinya dalam pesan yang terurut.

Diagram  sequence menampilkan  interaksi  antar  objek  dalam  dua  dimensi. Dimensi   vertikal   adalah   poros   waktu,   dimana   waktu   berjalan ke  arah  bawah. Sedangkan dimensi horizontal merepresentasikan objek-objek individual. Tiap objek (termasuk actor) tersebut mempunyai waktu aktif yang direpresentasikan dengan kolom vertikal yang disebut  dengan  lifeline.  Pesan  (message)  direpresentasikan  sebagai  panah  dari  satu lifeline ke lifeline yang lain. Message digambarkan sebagai garis berpanah dari satu objek ke objek lainnya. Pada fase desain berikutnya, message akan dipetakan menjadi operasi/metoda dari class.
Diagram sequence ini biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah – langkah yang dilakukan sebagai respon dari sebuah event untuk menghasilkan ouput tertentu, dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan ouput apa yang dihasilkan.

Berikut beberapa komponen yang terdapat di dalam diagram sequence, yaitu:

Object
Komponen yang digunakan sebagai objek – objek yang akan digunakan di dalam membuat diagram


 Stimulus
Komponen ini menandakan hubungan komunikasi antara dua buah objek. Komunikasi yang terjadi berupa pengiriman pesan (message).





SelfStimulus
Komponen ini memiliki fungsi yang sama dengan Stimulus, hanya saja pengiriman pesan dilakukan ke pada dirinya sendiri (objek itu sendiri), buka antar objek.




Frame

Combined Fragment


Interaction Operand




Actor
 Perwakilan dari orang luar, proses atau hal yang berinteraksi dengan  sistem,  subsistem  ataupun  class.

Contoh Diagram Sequence :






 Pada contoh diagram sequence di atas terdapat 1 administrator dan 3 objek, yaitu: Layar login, cek user, data user, menu utama. Pertama-tama administrator akan masuk ke layar login dengan menggunakan User ID dan Password(). Dari Layar login, admin akan melakukan cek user dengan memasukkan User ID dan Password(). Setelah melakukan cek user, admin akan memasukkan user ID dan password sekali lagi untuk melihat data user. User ID dan Password yang dimasukkan admin sebanyak 3 kali, digunakan untuk melakukan validasi. Validasi ini bertujuan untuk membuka menu utama().

SUMBER : http://freezcha.wordpress.com/2010/04/18/diagram-sequence/


Tuesday, April 30, 2013

Activity Diagram - UML






Teknik untuk mendiskrpsikan logika procedural, proses bisnis dan aliran kerja dalam banyak kasus kerja personal (workflow) dan alur data (flowchart). Diagram ini mendukung pilihan tindakan,iterasi dan concurrency.Pada pemodelan UML activity diagram dapat digunakan untuk menjelaskan bisnis dan alur kerja professional/secara step-by-step dari komponen suatu system.Activity diagram menujukan keseluruhan dari aliran control.







  • Untuk membuat model sebuah task (tugas).
  • Untuk menggambarkan fungsi sistem yang dibuat dengan use case. 
  • Untuk menggambarkan logik dari sebuah operasi.








Initial : Titik awal, untuk memulai suatu aktivitas.



Final : Titik akhir, untuk mengakhiri aktivitas.



Activity : Menandakan sebuah aktivitas

     


Decision : Pilihan untuk mengambil keputusan




Fork/Join : Digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang dilakukan secara paralel atau untuk menggabungkan dua kegiatan paralel menjadi satu.

        


Rake : Menunjukkan adanya dekomposisi




Time : Tanda waktu




Send : Tanda pengiriman



Receive Tanda penerimaan

     


Flow final Untuk mengkhiri suatu aliran








Contoh Study Kasus Diagram Activity




Statechart Diagram - UML



State chart diagram adalah suatu diagram yang menggambarkan daur hidup (behavior pattern) dari sebuah objek, dari awal objek tsb diinisialisasi sampai di-destroy. Menggambarkan transisi dan perubahan keadaan (dari satu state ke state lainnya) suatu obyek pada sistem sebagai akibat dari stimulans yang diterima.








  • Untuk memodelkan behavior/methode (lifecycle) sebuah kelas atau object
  • Memperlihatkan urutan kejadian sesaat (state) yang dilalui sebuah object, transisi dari sebuah state ke state lainnya



 Notasi - notasi dalam statechart

State : Digambarkan berbentuk segi empat dengan sudut membulat dan memiliki nama sesuai kondisinya saat itu



 Titik awal (start) : digunakan untuk menggambarkan awal dari kejadian dalam suatu diagram statechart


Titik akhir (end) : digunakan untuk menggambarkan akhir dari kejadian dalam suatu diagram statechart



Guard :  merupakan syarat terjadinya transisi yang bersangkutan


Point / Event : Suatu kejadian yang dapat membuat state dari object berubah digunakan untuk menggambarkan apakah akan masuk (entry point) ke dalam state atau akan keluar (exit point)



Event Transition : suatu kejadian yang dapat membuat state dari object berubah

Event Iteration : event berulang pada state yang sama









PEMINJAMAN BARANG




  • Seorang peminjam yang akan meminjam akan mengisi form peminjaman.
  • Sistem akan megecek keadaan barang. Barang tersebut tersedia apa tidak, atau barang tersebut dapat di pinjam atau tidak.
  • Setelah barang tersedia, sistem akan memvalidasi persetujuan peminjaman barang dan menyerahkan barang kepada peminjam.
  • Sistem juga akan mencari informasi tentang barang yang akan dipinjam, maka akan dilakukan permintaan akan informasi barang.
  • Jika informasi yang diterima masih kurang, akan dilakukan permintaan ulang sampai seluruh informasi yang dibutuhkan didapatkan.
  • Saat informasi sudah cukup, informasi tersebut akan diserahkan kepada peminjam barang tersebut.





Referensi :
http://kautsarsophan.files.wordpress.com/2010/06/state-chart-compatibility-mode.pdf
http://www.slideshare.net/yusyonin/state-chart-diagram


Wednesday, March 27, 2013

TUGAS PRAKTEK RPL


NAMA ANGGOTA:
- AAN ANWARUDIN (A2.1100010)
-AEF SAEPUDIN (A2.1100027)
-NIKKI BAGUS N A (A2.1100007)
-OKKY HERDIYANA PERMANA (A2.1100035)


Sistem Point of Sale,
sistem yang kami buat secara garis besar melibatkan pembeli, pemilik kasir, manager dan manager barang sebagai eksternal entitasnya. Mereka saling berelasi satu sama lain dalam Sistem Point Of Sale.


DFD level1

Pembeli berelasi dengan 2 buah proses, proses pertama "Request member" dan "Tindakan Kasir". Pada request member Pembeli mengirimkan "Syarat Masuk Member" kepada manager untuk nantinya diproses ke database member dan pemnbeli menerima kartu member. 

Sedangkan pembeli yang membayar tunai, akan langsung masuk ke kasir untuk nantinya dicek apakah pembeli tersebut mempunyai kartu member atau tidak. Jika pembeli tersebut mempunyai kartu member maka akan diberikan diskon di setiap pembelian barang. Tetapi jika pembeli tersebut tidak memiliki kartu member maka akan berlanjut ke proses faktur dimana pembeli tidak dikenakan diskon di setiap pembelianya.

Manager memiliki akases ke database pegawai dimana ia dapat menambah atau menghapus jumlah pegawai.

Pemilik memiliki akses ke semua database yang ada pada sistem point of sale. Selain itu pemilik juga dapat menerima laporan keuangan dari database Faktur.

Manager barang memiliki akses hanya pada database barang dimana ia dapat mengolah data pada database barang. Selain itu Manager barang juga dapat menerima laporan penjualan barang dari "Database Faktur".